Kamis, 27 Januari 2011

Bab I


BAB I

PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan bisnis. Untuk itu diperlukanlah suatu manajemen yang tepat. Untuk mendapatkan manajemen yang tepat diperlukan informasi yang teliti, tepat, dan cepat. Salah satu informasi yang sangat penting bagi dunia bisnis adalah rekaman dari kegiatan bisnis itu sendiri, rekaman tersebut terdapat pada suatu arsip.
Perkembangan yang dialami oleh setiap organisasi pada akhir-akhir ini menunjukkan adanya ketergantungan manajemen pada informasi. Setiap manusia akan memerlukan informasi dalam kehidupannya. Tanpa adanya informasi yang dapat diterima maupun disampaikan pada umumnya seseorang tidak dapat bertindak sesuatu, karena sebelum ditetapkan langkah-langkah yang akan diambil setiap orang pada dasarnya membutuhkan informasi.
Pengambilan keputusan oleh pimpinan banyak tergantung kepada kelengkapan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang disajikan dan dilaporkan secara aktif kepadanya. Data diolah menjadi informasi secara manual atau komputer, informasi dipergunakan oleh para pimpinan untuk mengambil keputusan. Data itu sendiri berasal dari berbagai kegiatan yang terekam pada arsip.
Setiap organisasi maupun perusahaan  menunjukkan adanya ketergantungan pada informasi. Seperti setiap manusia akan memerlukan informasi dalam kehidupannya. Tanpa adanya arus informasi seseorang tidak dapat mengambil keputusan tentang apa yang akan dilakukannya. Hal ini seperti tergantung pada kelengkapan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang disajikan dan dilaporkan. Data diolah menjadi informasi secara manual atau dengan berbasis komputer. Selain sistem kearsipan yang sistematis kita juga mempelajari klasifikasi jenis serta sumber data sampai proses pengolahan data hingga menjadi arsip yang selalu kita pergunakan.
Oleh karena itu dilakukan observasi pada PT.KOPESERA ENGINERING selain untuk memenuhi tugas semester tiga mata kuliah proyek, juga untuk menambah wawasan mengenai system menajemen pengelolaan data dan informasi perusahaan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan data yang meliputi kualitas baik SDM, fasilitas, maupun produk yang dihasilkan perusahaan sehingga setiap tahun selalu ada peningkatan dari setiap faktor- faktor produksi tersebut serta untuk mengetahui mutu atau kualitas, apakah system manajemen data yang dilakukan oleh perusahaan telah dilakukan dengan baik. Sehingga mampu menghasilkan informasi yang tepat dan akurat.
Alasan memilih PT.KOPESERA ENGINERING sebagai tempat observasi adalah karena PT.KOPESERA ENGINERING telah memenuhi ketentuan atau syarat untuk perusahaan yang dapat di observasi.

1.2       Rumusan Masalah
Pada observasi ini dapat dirumuskan :
1.   Bagaimana jenis data dan informasi yang ada di perusahaan?
2.   Bagaimana mengklasifikasikan dan mendokumentasikan jenis-jenis data?
3.   Bagaimana mengolah data yang berbasis komputer menjadi informasi?

1.3       Batasan Masalah
Batasan masalah yang digunakan yaitu bagaimana cara pegelolaan data dan informasi pemasaran pada perusahaan.

1.4       Tujuan Mata Kuliah Lapangan
1)      Memberi pengetahuan tentang jenis data dan informasi
2)      Memberi pengetahuan tentang sumber-sumber informasi yang dibutuhkan untuk pengolahan data.
3)      Dapat mengklasifikasikan dan mendokumentasikan jenis-jenis data.
4)      Memberi keterampilan tentang pengolahan data yang berbasis komputer menjadi informasi
5)      Memberi keterampilan untuk melaksanakan observsi untuk meyajikan informasi tentang perusahaan secara lengkap.

1.5       Kegunaan  Mata Kuliah Lapangan
1.5.1 Bagi Jurusan Administrasi Niaga
1.      Sebagai lembaga yang dapat  menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan professional.
2.      Menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bersangkutan
3.      Jurusan Administrasi Niaga secara berkelanjutan mengembangkan cara-cara agar lulusan memiliki kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan industri.
1.5.2 Bagi Mahasiswa
1.      Memberi ketrampilan untuk melaksanakan observasi tentang   pegelolaan data dan untuk menyajikan informasi yang berguna untuk kemajuan teori   
2.      Memiliki kemampuan untuk  menyajikan informasi yang baik.
3.      Menambah wawasan mahasiswa dalam memahami suatu bidang keilmuan secara lebih mendalam yang sesuai dengan keadaan dunia industri

1.5.3 Bagi Perusahaan
1.      Perusahaan dapat memenuhi harapan pemerintah dimana dunia pendidikan harus dapat sejalan seiring dengan dunia industri dalam mengembangkan SDM yang berkualitas dan professional
2.      Perusahaan dapat melaksanakan fungsi sosial untuk membantu masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan SDM yang professional
3.      Perusahaan dapat memberikan masukan kompetensi lulusan institusi pendidikan yang memang diperlukan di lapangan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Pengertian Data
Istilah data dan informasi sering digunakan secara bergantian. Ada yang menyebut data, padahal informasi, sebaliknya ada yang menyebut informasi, padahal data. Gordon B. Davis menjelaskan kaitannya data dengan informasi dalam bentuk definisi sebagi berikut “ Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti baru bagi si penerima dan mempunyai bentuk yang nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang”.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu  didalam dunia bisnis adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi.
Dari definisi dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.
   2.1.1 Klasifikasi Data
Data dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis, sifat dan sumbernya. Mengenai penjelasan klasifikasi data tersebut akan diuraikan dibawah ini.
A.       Klasifikasi data menurut jenis data
1.      Data Hitung (enumeration/counting data)
   Data hitung adalah hasil penghitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah tertentu.
2.      Data Ukur (measurement data)
      Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang dosen kepada seorang mahasiswa setelah memeriksa hasil tentamennya merupakan data ukur. Alat yang ditunjukkan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.

B.     Klasifikasi data menurut sifat data.
1.      Data kuantitatif (quantitative data)
Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungan dengan penjumlahan.
2.      Data kualitatif (qualitative data)
Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.
C.     Klasifikasi data menurut sumber data
1.      Data Internal (internal data)
      Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil dari observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
2.      Data Eksternal (axternal data)
      Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain. Data eksternal ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu:
a.       Data eksternal primer (primary external data)
Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
a).  Observasi (Pengamatan)
Dalam observasi, peneliti tidak berhubungan langsung dengan respondennya.  Ia hanya melihat sikap/tingkah laku responden dan kemudian mencatatnya.  Observasi tersebut tidak selalu dilakukan oleh individu, tetapi dapat pula menggunakan mesin atau peralatan lain seperti audimeter.
b).  Survey
Dalam menjalankan survey, peneliti memerlukan suatu daftar pertanyaan sebagai pedoman.  Hal ini dimaksudkan agar peneliti tidak menyimpang dari pokok penelitiannya.  Ada pula peneliti yang menggunakan daftar pertanyaan sederhana.
b.      Data Eksternal sekunder (secondary external data)
Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seorang/sejumlah orang lain.

2.1.2    Nilai Data
Dr. Marseto Donosepoetro dalam bukunya yang berjudul “Data Sebagai Penghubung Manusia dan Lingkungan Hidupnya” menyatakan bahwa suatu data yang bernilai harus memenuhi 3 (tiga) ketentuan :
A.                Ketelitian Data (Precision)
Ketelitian suatu data ditentukan oleh kecilnya perbedaan, apabila observasi yang menghasilkan data itu diulangi. Ketelitian suatu data ditentukan juga oleh kesamaan data yang dihasilkan oleh beberapa sumber yang melakukan suatu observasi yang sama.
B.        Komparabilitas Data (Comparability)
Suatu alat imbang yang secara berulang-ulang menunjukkan hasil yang sama belum tentu memberikan data yang “benar”. Alat tersebut mungkin belum distandarisasikan. Suatu pengukuran pada hakekatnya dilakukan dengan cara membandingkan sesuatu terhadap suatu standart.
C.        Validitas Data (Validy)
Suatu data dapat saja mempunyai kualitas yang baik tetapi belum tentu valid atau berguna, jika tidak menunjang tercapainya tujuan si pemakai.

2.1.3    Presentasi Data
            Kadang-kadang masih dianggap belum cukup dengan hanya mengumpulkan, menganalisis dan meninterpretasikan data.  Tetapi perlu juga dilakukan presentasi data dalam suatu bentuk yang dapat mempermudah seseorang mengerti dan menggunakannya.  Data statistik tersebut dapat ditunjukkan dalam tiga macam bentuk yang berbeda, yaitu berupa:
1.      Naskah laporan
2.      Tabel
3.      Gambar
            Naskah laporan dapat digunakan untuk menunjukkan sejumlah data yang tidak tidak banyak.  Jika datanya cukup banyak, cara ini akan membosankan bagi pembaca, dan dapat menyulitkan pengidentifikasiannya.
            Tabel dapat digunakan untuk mengatur data agar mudah dibaca.  Namun dengan tabel saja kadang-kadang masih kurang enak dibaca, lebih-lebih untuk tabel yang sangat komplek.  Jika tabelnya sangat komplek, mungkin pembaca tidak dapat menemukan hubungan di antara variabel-variabel di dalamnnya.  Untuk itu perlu juga disertakan sejumlah keterangan.
            Gambar, atau bagan atau diagram dapat digunakan untuk memikat perhatian pembaca dan memperlihatkan hubungan-hubungan yang ada.  Dengan gambar tersebut memungkinkan bagi kita untuk mengamati data secara keseluruhan.  Banyak lembaga-lembaga yang sudah menggunakan grafik untuk membantu mereka dalam operasinya.  Ada empat macam gambar yang dapat dipakai untuk peresentasi data, yaitu: (1) gambar batang, (2) pie diagaram, (3) diagram garis dan (4) pictograph.
1.        Diagram Batang (Bar chart)
Diagram batang ini biasanya dipakai untuk membandingkan dua kelompok data atau lebih.
2.        Pie Diagram
Pie diagram digunakan untuk menguraikan atau menunjukkan beberapa macam data menurut perbandingan tertentu dari keseluruhan.  Pie diagram diwujudkan dalam bentuk lingkaran dan pembagian masing-masing kelompok datanya terpusat pada sumbu lingkaran.
3.        Diagram Garis
Diagram garis merupakan suatu bagan yang sederhana dan dapat dipakai secara efektif untuk membandingkan perubahan kondisi dalam beberapa waktu/periode.  Seperti halnya dengan diagram batang, diagram garis juga memakai skala untuk pembandingan yang dimulai pada angka nol.
4.        Pictograph
Pictograph ini hampir sama dengan diagram batang, hanya presentasinya diwujudkan dalam bentuk gambar.

2.2              Pengertian Informasi
            Menurut Mc Fadden, dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
Dari kutipan di atas dapat diartikan, bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.
Pengolahan informasi adalah suatu elemen kunci dalam sistem konseptual. Pengolahan informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, atau kombinasinya.
2.3              Pengolahan Data
            Pengolahan data adalah suatu kegiatan dengan bantuan tenaga tangan atau bantuan suatu peralatan dan mengikuti rangkaian langkah, rumus atau pola tertentu untuk mengubah data sehingga menjadi lebih berguna bentuk, susunan, sifat atau isinya.
            Dalam buku “Office Management and Control” George R Terry mengemukakan pengolahan data sebagai serangkaian pengerjaan yang terencana terhadap informasi supaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.4              Pengorganisasian Unit Pengolahan Data
            Perencanaan, pengoperasian dan pengendalian unit pengolahan data memerlukan keterampilan bukan saja yang bersifat teknis akan tetapi juga keterampilan untuk memimpin. Daris segi teknis kiranya perlu disadari bahwa supaya unit pengolahan data bekerja dengan efisen, diperlukan keahlian khusus yang bersifat teknis. Sukses tidaknya unit pengolahan  data tersebut melaksanakan tugasnya sangat ditentukan oleh orang-orang yang mempunyai daya cipta tinggi. Bagi suatu organisasi baik atau buruknya mutu informasi yang dihasilkan oleh unit pengolahan data sangat menentukan berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuannya.
            Sifat tujuan dari unit pengolahan data sangat menentukan pula bentuk dan struktur organisasi dari unit pengolah data yang diperlukan. Kedudukan unit pengolah data didalam organisasi pada hakekatnya harus :
1.      Sedekat mungkin dengan top management
2.      Berada pada tingkat yang sama dengan unit-unit besar dan penting lainnya didalam organisasi
Data perlu diolah lebih lanjut oleh para ahli informasi dan hasil pengolahan itulah yang disebut infomasi. Artinya data adalah “input” sedangkan informasi adalah “output”. Dengan pengolahan yang matang data berubah sifat dan bentuknya menjadi informasi serta informasi itulah yang disalurkan kepada pimpinan untuk mengambil keputusan.

2.5              Proses Penanganan Informasi
Agar informasi yang dihasilkan bermanfaat bagi management dalam mengambil keputusan, penanganan yang teliti dan matang harus dilakukan.
Penanganan yang teliti dan matang berarti:
1.      Tidak melupakan bahwa sistem informasi yang dikembangkan untuk mempermudah tercapainya tujuan
2.      Informasi yang dikembangkan untuk mempertinggi kemampuan perusahaan mengemban misinya
3.      Informasi akan digunakan untuk mengambil keputusan
4.      Menentukan kebutuhan akan informasi
5.      Mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dan harus diolah
6.      Penanganan informasi yang terdiri dari langkah-langkah:
a.       Pengumpulan data
b.      Klasifikasi data menurut sumber, fungsi dan sifatnya
c.       Pengolahan data
d.      Analisa data
e.       Interprestasi data
Penyimpanan informasi hingga waktunya tiba untuk pengambilan informasi dari tempat penyimpanannya untuk kemudian disampaikan sebagai input kepada pimpinan organisasi untuk digunakan dlam pengambilan keputusan.

2.6        Bentuk Data dan Informasi
            Dengan perkembangan teknologi, terutama komputer dan multimedia, data dan informasi tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi lebih bervariasi, yaitu berbentuk gambar, suara, warna, sinar, getaran, dan sebagainya.
            Informasi akan berguna apabila kualitasnya baik.Baik buruknya kualitas informasi dipengaruhi oleh tiga penentu yaitu :
  1. Isi informasi
  2. Waktu penyajian
  3. Bentuk informasi
            Isi Informasi adalah berbagai hal yang dilaporkan. Isi laporan yang baik haruslah memenuhi persyaratan berikut :
  1. Akurasi atau ketepatan ( accurary )
  2. Relevansi ( relevance)
  3. Kelengkapan ( completeness )
  4. Ringkas ( conciseness )
  5. Lingkup atau cakupan ( scope )
  6. Kinerja informasi ( performance )

2.7        Fungsi Informasi / data
1.      Menggambarkan
Informasi yang deskriptif membantu pimpinan untuk menentukan apakah sesuatu itu akan salah atau apakah kondisi lingkungan itu akan mengalami perubahan.
2.   Menjelaskan atau menerangkan
Informasi yang menjelaskan akan sangat berhubungan dengan  kemampuan seseorang untuk menyusun atau merancang midel. Dengan midel yang ada maka akan dapat memperjelas apa yang dimaksud serta bagaimana hubungan-hubungan yang ada.
3.   Memperkirakan
   Informasi prediktif sangat membantu pimpinan untuk memprediksi dan mengestimasi keadaan pada masa yang akan datang dihubungkan dengan keadaan pada masa lampau.
4.   Mengevaluasi
   Informasi yang evaluatif membantu pimpinan untuk mengadakan evaluasi periodik mengenai kerja dan aktivitas penting lainnya baik yang nampak sekarang maupun yang akan terjadi pada masa akan datang.
5.   Mengadakan pembaharuan
   Informasi yang inovatif adalah hal-hal yang berupa ide-ide, rancangan-rancangan dan hipotesa-hipotesa yang dirasakan akan dapat membantu memperacepat usaha pengembangan dan pembangunan.

Pengolahan data adalah suatu kegiatan dengan bantuan tenaga tangan atau bantuan suatu peralatan dan mengikuti rangkaian langkah, rumus atau pola tertentu untuk mengubah data sehingga menjadi lebih berguna bentuk, susunan, sifat atau isinya.
Dalam buku “Office Management and Control” George R Terry mengemukakan pengolahan data sebagai serangkaian pengerjaan yang terencana terhadap informasi supaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengolahan data terbagi dalam delapan macam pengerjaan pokok yaitu:
1.      Reading
Yaitu menafsirkan data dengan jalan memeriksa huruf-huruf, kata-kata dan tanda-tanda
2.      Writing, typing, card punching, or paper tape perforating (penulisan,   pengetikan atau pelubangan kartu/pita kertas)
Yaitu menempatkan data pada media perantara yang sering disebut input
3.      Recording or printing (perekaman/percetakan)
Yaitu mengolah data untuk menjadi bentuk yang lebih berguna dan sering disebut output
4.      Sorting (pemilihan)
Yaitu menggolongkan data
5.      Transmitting (pengiriman)
Yaitu penyebaran data
6.      Calculating (penghitungan)
Yaitu mengerjakan data secara matematis
7.      Comparing (perbandingan)
Yaitu memeriksa data untuk ketepatan dan kelengkapan
8.      Storing (penyimpanan)
Yaitu menahan atau memelihara data


BAB III
METODOLOGI PROYEK


                        3.1       Lokasi Proyek
Observasi ini dilakukan di Perusahaan Asuransi JASINDO Jl.Letjend Sutoyo No.89 Malang  sebagai obyek observasi dalam memenuhi tugas mata kuliah proyek yang berjudul “Pengelolaan Data dan Informasi”

                        3.2       Teknik Pengumpulan Data
a)      Penggunaan Metode Observasi
Pencarian data yang dilakukan ialah dengan menggunakan  metode observasi, sebagai dari pengumpulan data. Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format/blangko pengamatan sebagai pengamatan. Dalam hal ini kami tidak hanya sekedar mencatat dan observasi saja, tetapi yang lebih penting kami juga akan mengambil contoh-contoh dari data-data bisnis yang lazim digunakan oleh perusahaan yang sedang kami observasi. Misalnya, data penjualan, data personalia, data  keuangan perusahaan dan data-data lain yang mendukung kinerja dari perusahaan.

b)      Penggunaan Metode Interview
            Dalam megumpulkan data serta teknik penyusunan informasi yang sesuai serta lengkap, maka peneliti melakukan interview dengan bagian personalia pada perusahaan asuransi Jasindo.

c)      Penggunaan Metode Dokumentasi
Penggunaan metode dokumentasi ini merupakan langkah akhir dalam pengumpulan data dimana peneliti memegang check-list untuk mencari variabel yang sudah ditentukan. Dalam hal ini data-data tersebut yaitu dalam hal ini berupa format-format atau contoh dari data pemasaran, dan data-data lain dari sumber observasi.

            3.3 Teknik Pengolahan Data
            Peneliti menggunakan metode komparatif, yaitu membandingkan data yang didapat dengan teori yang di peroleh di bangku kuliah. Metode pembahasan yang diperkenalkan dalam penyusunan laporan adalah analisa kualitatif.

3.4  Teknik Penyajian Data
Hasil dari kegiatan observasi ini nantinya akan disajikan dalam bentuk sebagai berikut:
a.   Lisan
Penyajian informasi bentuk lisan dapat secara langsung seperti presentasi.
b.      Laporan
Adapun hasil dari pengumpulan data serta informasi disediakan dalam bentuk table, grafik maupun analisa tertulis, yang berasal dari obervasi pada perusahaan asuransi Jasindo.
c.       Gambar maupun gabungan
Merupakan penyajian informasi dalam bentuk gambar maupun gabungan, seperti grafik ataupun tabel.






















BAB IV
HASIL OBSERVASI DAN ANALISIS DATA

4.1 Profile PT Asuransi Jasindo
4.1.1 Sejarah
PT. Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang usaha asuransi kerugian umum. Asuransi Jasindo berdiri pada 2 Juni 1973 sebagai hasil penggabungan antara PT Asuransi Bendasraya dengan PT Umum Internasional Underwriters serta tampil sebagai maskapai asuransi kerugian umum terbesar nasional dengan total aset per akhir tahun 2004 sebesar Rp. 1,363 milyar.
Saat ini Asuransi Jasindo memiliki jaringan pelayanan yang terdiri dari 74 Kantor Cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia dan 1 kantor cabang di luar negeri serta berkantor pusat di Jl. Let. Jend. MT Haryono kav. 61 Jakarta.
Keberadaan Asuransi Jasindo semakin solid dari tahun ke tahun sebagaimana tercermin dari kinerja perusahaan yang terus mengalami peningkatan serta pengakuan mutu melalui sertifikasi 9002 sejak tahun 1998. Asuransi Jasindo juga mendapatkan dukungan reasuradur terkemuka di dunia seperti Swiss-ree dan Partner-re sehingga memperkokoh posisi Asuransi Jasindo sebagai perusahaan asuransi yang sustainable dan bertaraf internasional.

4.2 Visi dan Misi
VISI
Menjadi perusahaan asuransi yang tangguh dalam persaingan global dan menjadi market leader di pasar domestik.
MISI
Menyelenggarakan usaha asuransi kerugian dengan reputasi International melalui peningkatan pangsa pasar, pelayanan prima dan tetap menjaga tingkat mampu labaan serta memenuhi harapan stakeholder.

4.3 Produk Asuransi Jasindo
Di perusahaan asuransi Jasindo terdapat dua jenis produk yang sangat kompetitif yakni PRODUK KORPORASI dan PRODUK UNGGULAN” ke-dua produk tersebut memiliki sub bagian pelayanan masing-masing yang teroganisir secara terperinci. Baik dari sisi pelayanan, pengolahan data serta penyajian informasi kepada pihak intern maupun ekstern. Adapun penjelasan dari ke-dua produk tersebut adalah sbb:

4.3.1 Produk Korporasi
Meningkatnya laju pembangunan di Indonesia pada berbagai sektor kehidupan, mengundang pula semakin meningkatnya risiko yang dihadapi. Risiko ini dapat timbul dalam berbagai bentuk, seperti kerusakan alat - alat, terganggunya transportasi, rusaknya proyek hasil pembangunan dan lain-lain.
Hal-hal tersebut bila tak dipertimbangkan upaya perlindungan dari berbagai risiko dapat menimbulkan kerugian finansial yang tidak sedikit. Di samping itu, segala perkerjaan yang telah diselesaikan pun perlu dihindarkan dari kemungkinan risiko-risiko kerusakan.
Menghadapi risiko-risiko tersebut, PT. Asuransi Jasa Indonesia yang disebut Jasindo sebagai perusahaan asuransi milik negara menawarkan jasa perlidungan dalam bentuk - bentuk asuransi : Asuransi Kebakaran, Asuransi Gangguan Usaha Akibat Kebakaran, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Marine Cargo, Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Pesawat Terbang, Asuransi Konstruksi, Asuransi Alat - Alat Berat, Asuransi Pemasangan Mesin, Asuransi Peralatan Elektronik, Asuransi Gangguan Usaha Akibat Kerusakan Mesin, Asuransi Pembusukan Stock, Asuransi Uang Dalam Pengangkutan, Asuransi Uang Dalam Lemari Besi, Asuransi Uang Di Ruang Kasir, Asuransi Mesin, Asuransi Kebongkaran, Asuransi Pesawat/Antena Televisi, Asuransi Tanggung Gugat, Asuransi Jaminan Kejujuran, Asuransi Atas Barang Milik Pribadi, Boiler Pressure Insure, Freight Forwarder's Liability Insurance, Asuransi Wisatawan, Asuransi Kaca, Asuransi Golf, Asuransi Deposan, Asuransi Mubaligh, Asuransi Keluarga, Asuransi Haji.


4.3.2 Produk Unggulan
Risiko terjadinya musibah tidak pernah terduga . Jika datang, ia tak terhindarkan, baik pada masyarakat korporasi maupun masyarakat perseorangan. Untuk iulah Asuransi Jasindo selain memberikan pelayanan jasa terhadapa objek asuransi yang kompleks dan berskala besar juga mengembangkan hal yang sama terhadap objek asuransi perseorangan bagi masyarakat umum. Untuk tujuan tersebut Asuransi Jasindo mengembangkan beberapa jenis asuransi yang bahkan diposisikan sebagai produk unggulan, antara lain:
1.            Asuransi JASINDO OTO
2.            Asuransi JASINDO GRAHA
3.            Asuransi KELUARGA
4.            Asuransi KARISMA
5.            Asuransi LINTASAN
6.            Asuransi AVIATION
7.            Asuransi PELANGI
8.            Asuransi ANAK SEKOLAH
9.            Asuransi TAKAFUL
10.        Inbound Travel Insurance
11.        Asuransi Haji & Umroh
Pengembangan produk unggulan tersebut dilakukan sebagai kepedulian Asuransi Jasindo terhadap peningkatan pemahaman masyarakat kepada manfaat asuransi dan setidaknya meningkatkan pula skala prioritas kebutuhan akan perlindungan asuransi di antara kebutuhan-kebutuhan lainnya.

4.4 Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT
PT. ASURANSI JASA INDONESIA

berdasarkan Addendum XII SK. No. 014.DMA/99
Tanggal 30 Oktober 1999
Tentang Perubahan Struktur Organisasi Kantor Pusat




4.5 Strategi Pemasaran
JASINDO KINI DAN KEDEPAN, di dalam memenuhi visinya, Asuransi Jasindo mulai mengembangkan usahanya di pasar regional, melalui peningkatan pendapatan dari Kantor Cabangnya di Labuan, Malaysia. Kantor Cabang ini bekerja sama dengan broker-broker asuransi / reasuransi di negara-negara tetangga untuk menutup obyek-obyek yang berada di negara tsb. Menyadari posisinya yang sangat strategis, dengan terbukanya pasar asuransi minyak dan gas bumi sehubungan pelaksanaan UU No. 22 Minyak dan Gas Bumi tahun 2001, Asuransi Jasindo menyiapkan dengan matang kemampuan teknis dan finansialnya untuk menjadi pemain utama dan unggulan dalam sektor ini.Pasar  Reasuransi minyak dan gas bumi yang selama ini hanya mengenal pasar yang monopolistik, dengan upaya yang piawai telah mulai menunjukkan dukungan kongkritnya kepada keberadaan Asuransi Jasindo.
Posisi Leading di segment BUMN dan Korporasi yang menjadikan Jasindo tumbuh berkembang sampai dengan saat ini, dicoba dikembangkan lagi dengan menerapkan filosofi kerja sama kemitraan yang saling menguntungkan, baik secara langsung maupun melalui broker-broker profesional dan mitra perbankan. Layanan klaim yang proaktif dan komunikatif dari seluruh Kantor Cabangnya, menjadikan Asuransi Jasindo sebagai perusahaan asuransi yang terpercaya, yang semakin diminati oleh pengguna jasa-jasanya.
Bermodalkan nama dan reputasi sebagai perusahaan pemberi proteksi asuransi yang terpercaya, serta posisi leading di seluruh Indonesia yang diraihnya dengan upaya cerdik dan keras, Asuransi Jasindo merasa melihat peluang bisnis asuransi retail sebagai tantangan yang menarik.
Membentuk bidang khusus, serta penyiapan sumber daya manusia, sistem kerja dan infra struktur maupun kultur yang cocok dengan sektor retail, mulai dikejarnya secara serius: Target menjadi lima besar peraih premi bisnis retail adalah menjadi visi pengelolaan retail selama 5 (lima) tahun kedepan.
Asuransi kumpulan, kendaraan bermotor, penerbangan, banc asurrance, merupakan produk-produk yang dengan cermat digarap. Network penjual yang setia yang menyebar dan terus membesar jumlahnya karena faktor dukungan  layanan purna jual yang sistematis serta cepatnya penyelesaian klaim. Didasari filosofi kerja sama ingin maju bersama agen, diharapkan Jasindo mampu mengembangkan bisnis ritail.
Dengan dukungan komunikasi publik atas bisnis retail yang digarap secara cantik bersama para ahli dibidangnya, pada akhirnya Asuransi Jasindo akan terus tumbuh, berkembang, sustainable, hingga saat ini dan saat-saat mendatang

4.6 Hasil Observasi Berdasarkan Interview Guide
1.      Apakah data itu sangat penting di perusahaan bapak ?
Ya sangat penting karena semua membutuhkan data, dan di olah secara komputerisasi dan di bagi sesuai dengan kebutuhanya
2.      Berupa data apa sajakah yang digunakan di perusahaan bapak ?
Banyak ya…seperti data nasabah, harga, serta mengidentifikasi benda yang dimiliki nasabah sehingg dapat di jalin kerja sama, data yang kita butuhkan kurang lebih sama dengan perusahaan lain yang sejenis, di karenakan kami juga melakukan proses pemasaran
3.      Termasuk jenis asuransi apakah jasindo itu pak ?
Perusahaan asuransi jasindo termasuk jenis asuransi umum. Jadi ada untuk jiwa, property,serta jamsostek. Mungkin kalau asuransi pemerintah itu seperti asuransi jiwa sraya yang 100% milik pemerintah, yang objeknya harta benda , baik yang bergerak maupun tidak. Serta terdapat aturan-aturan yang mengaturnya.
4.      Perusahaan jasindo itu memiliki segmen pasar apa ?
Ya dari prinsip asuransi, siapapun yang memiliki kepentingan yaitu masyarakat maupun lembaga yang ingin mengasuransikan propertinya. Dan kita  menjalin kerjasama dengan pihak bank, namun secara umum tidak “ Asuransi minded “ atau tidak terlalu memkirkan untuk mengasuransikan propertinya.
5.      Bagaimanakah pemasaran di Jasindo ?
Ya tentunya dengan cara untuk mendapatkan konsumen, baik secara langsung maupun tidak, dapat lewat door to door, iklan, atau melalui kerjasama.
6.      Kebanyakan nasabah asuransi jasindo dari mana ?
Kebanyakan konsumen kami dari nasabah bank yang bekerja sama dengan dengan perusahaan jasindo, dan secara langsung masyarakat umum tidak terlalu banyak.
7.      Bagaimanakah penyusunan konsumen di asuransi jasindo ?
Ya kita klasifikasikan sesuai kelompok property yang di asuransikan baik itu perseorangan maupun korporasi dan masing-masing korporasi maupun perseorangan ada produknya. Dan kita juga juga bekerjasama dengan bank maupun pihak-pihak BUMN, namun banyak terjadi persaingan dari asuransi lain berupa persaingan harga
8.      Apakah BUMN manakala ada fluktuasi mempengaruhi asuransi jasindo ?
ya jelas berpengaruh, karena kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi tingkat penetapan harga produk yang di tawarkan , sehingga dapat pula terjadi perubahan jumlah konsumen.
Contohnya pada saat pemerintah menerapkan tarif biaya asuransi yang tinggi untuk asuransi kendaraan bermotor di karenakan adanya resiko-resiko yang besar terhadap property yang di asuransikan.

4.7 Data Jumlah Nasabah

TABEL  JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

JENIS PRODUK
PERIODE
TOTAL
2005
2006
2007
PENGANGKUTAN




a.       Darat (102)
19
18
15
52
b.      Antar pulau (105)
3
22
15
40
c.       Import (106)
4
31
14
49
d.      Export (107)
35
33
39
107
TOTAL
248





KEBAKARAN




a.       Kebakaran Korporasi (201)
124
125
157
406
b.      Gempa Bumi (203)
21
12
11
44
c.       Industrial All Risk (204)
7
6
6
19
d.      Kebakaran Konsorsium (205)
13
13
14
40
e.       Kebakaran Ritel (221)
1006
137
395
1538
f.       Karisma (224)
59
48
36
143
g.      Jasindo Graha (225)
70
132
40
242
h.      Property All Risk (297)
17
14
19
50
TOTAL
2.482





AVIATION
0
0
0
0
TOTAL
0





ENGINEERING




a.       CPM Non Proyek (412)
12
6
3
21
TOTAL
21





RANGKA KAPAL
0
0
0
0
TOTAL
0





KENDARAAN BERMOTOR




a.       Kendaraaan Bermotor (601)
152
105
13
270
b.      Kendaraan Pro-Aktif (604)
160
125
8
293
c.       Kendaraan Sepeda Motor (605)
2.821
2.940
3.102
8.863
TOTAL
9.426
VARIA




a.       Cash In Transit (701)
10
10
10
30
b.      Cash In Save (702)
12
13
11
36
c.       Kecelakaan Diri (705)
14
35
17
66
d.      Bulglary (712)
4
3
5
12
e.       Perjalanan Dinas (728)
58
124
147
329
f.       Asuransi Golf-Hole In One (731)
20
17
16
53
g.      Pengunjung Wisata (732)
4
9
8
21
h.      PA. Deposan (737)
1
1
1
3
i.        PA. PHK & PA ND (780)
2
177
93
272
TOTAL
822





SURETY BOND




a.       Bid Bond/Jaminan Penawaran (841)
750
1.034
1.181
2.965
b.      Performance Bond/ Jaminan Pelaksanaan (842)
217
293
415
925
c.       Advance Payment Bond/ Jaminan Uang Muka (843)
22
67
157
246
d.      Maintenance Bond/Jaminan Pemeliharaan (844)
105
82
202
365
TOTAL
4.525





OIL & GAS
0
0
0
0
TOTAL
0





TABEL  PROSENTASE JUMLAH NASABAH SELAMA TIGA PERIODE BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

NO
JENIS PRODUK
TOTAL NASABAH
PRESENTASE JUMLAH NASABAH
1
PENGANGKUTAN
248
1%
2
KEBAKARAN
2482
14%
3
AVIATION
0
0%
4
ENGINEERING
21
0,12%
5
RANGKA KAPAL
0
0%
6
KENDARAAN BERMOTOR
9426
53,8%
7
VARIA
822
5%
8
SURETY BOND
4525
26%
9
OIL & GAS
0
0%
TOTAL SELURUH NASABAH SELAMA 3 PERIODE
17.524
100%


TABEL  PERTUMBUHAN JUMLAH NASABAH SELAMA TIGA PERIODE BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

NO
JENIS PRODUK
TAHUN
2005
2006
2007
1
Pengangkutan
61
104
83
2
Kebakaran
1317
487
678
3
Aviation
0
0
0
4
Engeenering
12
6
3
5
RangkaKapal
0
0
0
6
Kendaraan Bermotor
3133
3170
3123
7
Varia
125
389
308
8
Surety Bond
1094
1476
1955
9
Oil & Gas
0
0
0
TOTAL
5.742
5.632
6.150








BAB V
PENGOLAHAN DATA MENJADI INFORMASI MENGENAI JUMLAH NASABAH DI PERUSAHAAN ASURANSI
PT JASINDO

Setelah penyusun melakukan pengklasifikasian data jumlah nasabah berdasarkan jenis produk, tahun serta prosentase sekaligus membentuk grafik maka akhirnya penyusun dapat menyusun beberapa informasi mengenai jumlah nasabah di PT JASINDO. Adapun informasi yang dapat diberikan dari hasil analisis data adalah sbb:
1)      PT JASINDO memiliki produk-produk asuransi yang selama kurun waktu  3 dekade mengalami kemajuan jumlah nasabah yang cukup pesat. Adapun produk-produk tersebut  diantaranya: Pengangkutan, Kebakaran, Aviation, Engineering, Rangka Kapal, Kendaraan Bermotor, Varia, Surety Bond, Oil & Gas.  Sedangkan dari produk-produk tersebut yang memiliki konsumen terbanyakterdapat  pada sektor kendaraan bermotor   yakni sejumlah 9.426 (53.8%)  nasabah, terdapat beberapa penyebab tingginya nasabah berasuransi pada sector kendaraan bermotor yakni  hal ini dikarenakan jumlah tingkat kepemilikan kendaraan bermotor khususnya “kendaraan roda dua” di Indonesia sangatlah tinggi, serta diikuti dengan tingginya resiko kecelakaan di Indonesia.  Dari tinginya jumlah nasabah tersebut maka dapat diestimasikan mempengaruhi jumlah pembayaran premi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan premi ditiap tahunnya sebesar 10%  hingga 40%. Setelah kendaraan bermotor menempati rate teratas selanjutnya produk JASINDO yang kerap kali  diminati nasabah adalah surety bond (jaminan perikatan) yakni sebesar 4.501 (26%) nasabah. Jaminan perikatan merupakan asuransi mengenai jaminan harta benda, sedangkan jenis surety bond yang memiliki nasabah terbanyak adalah “bid bond”,  yakni sebesar 2.965 nasabah. Adapun produk JASINDO yang memiliki nasabah sejumlah 2482 (14%) adalah asuransi kebakaran, khususnya asuransi  pada “kebakaran ritel”  atau sebanyak 1.538 nasabah. Kemudian produk asuransi pada sektor varia memiliki jumlah nasabah sebesar 822 (5%) nasabah dari total keseluruhan nasabah Jasindo. Produk yang menempati urutan ke-lima adalah sektor pengangkutan yakni sebesar 248 (1%) nasabah. Pada perusahaan JASINDO para nasabah lebih senang berasuransi pada sektor “ekspor”, hal ini disebabkan JASINDO merupakan perusahaan milik BUMN sehingga tingkat premi yang diberikan JASINDO terhadap nasabah yang ingin melakukan kegiatan ekspor lebih rendah dibanding perusahaan asuransi lainnya.  Sedangkan produk yang memiliki nasabah sejumlah 21 (0.12%) adalah sector engeenering  yakni pada sector “CPM Non Proyek” yakni sektor yang menangani masalah jaminan perbaikan mesin industry. Adapun  produk yang tidak memiliki nasabah adalah pada Aviation (penerbangan), Rangka Kapal serta Oil & Gas. Sehingga, total nasabah dari keseluruhan produk asuransi di JASINDO adalah 17.500 orang. Untuk lebih mudah memahami jumlah nasabah di Jasindo dapat dilihat pada grafik 1.1. 
GRAFIK JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO


 








Grafik 1.1



2)      Dari data yang telah diperoleh penyusun juga mampu menginformasikan bahwa meskipun asuransi pada kendaraan bermotor memiliki intensitas nasabah yang tertinggi namun disisi lain asuransi pada Surety Bond justru menghasilkan kenaikan nasabah yang signifikan selama 3 periode yakni sebesar 33.80% sedangkan jasa asuransi pada perlindungan “kendaraan bermotor” hanya sebesar 33.13% hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan nasabah yang paling stabil adalah pada sektor “Surety Bond”. Untuk lebih mudah memahami tingkat pertumbuhan nasabah pada tiap produk jasa, anda dapat melihat pada grafik 1.2.

GRAFIK JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

                 Serta dapat diketahui pula bahwa selama tiga dekade jumlah nasabah yang terbanyak dialami pada tahun 2007 yakni sebanyak 6.150 nasabah atau mengalami kenaikan sebesar 35,01%   hingga 32,13%  meskipun sebelumnya PT Jasindo mengalami depresiasi nasabah pada tahun 2006.  Namun hal ini tidak menyurutkan semangat PT Jasindo untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah, yang pada akhirnya dibuktikan pada  tahun 2007 PT. Jasindo mengalami kenaikan jumlah nasabah.

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
PT. Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang usaha asuransi kerugian umum. Asuransi Jasindo merupakan hasil merger antara PT Asuransi Bendasraya dengan PT Umum Internasional Underwriters serta tampil sebagai maskapai asuransi kerugian umum terbesar nasional dengan total aset per akhir tahun 2004 sebesar Rp. 1,363 milyar.
Saat ini Asuransi Jasindo memiliki jaringan pelayanan yang terdiri dari 1 kantor cabang di luar negeri serta kantor pusat di Jl. Let. Jend. MT Haryono kav. 61 Jakarta dan 74 Kantor Cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia salah satunya adalah kator cabang yang berada di Jl.Let. Jend. Sutoyo No.89 Malang.
Meskipun PT Jasindo merupakan jasa asuransi yang dikelola oleh BUMN, namun produk jasa asuransi yang diproduksi mampu bersaing dengan perusahaan asuransi swasta lainnya, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kepemilikan jumlah nasabah pada tiap periode di kantor cabang PT Jasindo Malang. Yakni total nasabah PT Jasindo pada tahun 2005-2007 adalah sebesar 17.524 orang atau mengalami peningkatan sebesar 32,13%.    

6.2 Saran
Meskipun pada tiga tahun terakhir PT Jasindo mampu meningkatkan jumlah nasabah. Namun untuk mempertahankan nasabah yang telah ada serta mendapatkan nasabah baru,  sebaiknya PT Jasindo lebih meningkatkan kualitas pelayanan serta kualitas pemasaran. Karena ke dua hal ini merupakan factor terpenting dalam meraup nasabah serta mampu memposisikan PT Jasindo sebagai brand image perusahaan negara yang berkualitas serta mampu bersaing dengan perusahaan asuransi swasta. Sesuai dengan motto PT Jasindo “ WE TAKE CARE OF YOUR RISK WITH THE BEST POSSIBLE SOLUTIONS”.

BAB I

PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan bisnis. Untuk itu diperlukanlah suatu manajemen yang tepat. Untuk mendapatkan manajemen yang tepat diperlukan informasi yang teliti, tepat, dan cepat. Salah satu informasi yang sangat penting bagi dunia bisnis adalah rekaman dari kegiatan bisnis itu sendiri, rekaman tersebut terdapat pada suatu arsip.
Perkembangan yang dialami oleh setiap organisasi pada akhir-akhir ini menunjukkan adanya ketergantungan manajemen pada informasi. Setiap manusia akan memerlukan informasi dalam kehidupannya. Tanpa adanya informasi yang dapat diterima maupun disampaikan pada umumnya seseorang tidak dapat bertindak sesuatu, karena sebelum ditetapkan langkah-langkah yang akan diambil setiap orang pada dasarnya membutuhkan informasi.
Pengambilan keputusan oleh pimpinan banyak tergantung kepada kelengkapan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang disajikan dan dilaporkan secara aktif kepadanya. Data diolah menjadi informasi secara manual atau komputer, informasi dipergunakan oleh para pimpinan untuk mengambil keputusan. Data itu sendiri berasal dari berbagai kegiatan yang terekam pada arsip.
Setiap organisasi maupun perusahaan  menunjukkan adanya ketergantungan pada informasi. Seperti setiap manusia akan memerlukan informasi dalam kehidupannya. Tanpa adanya arus informasi seseorang tidak dapat mengambil keputusan tentang apa yang akan dilakukannya. Hal ini seperti tergantung pada kelengkapan, kecepatan, dan ketepatan informasi yang disajikan dan dilaporkan. Data diolah menjadi informasi secara manual atau dengan berbasis komputer. Selain sistem kearsipan yang sistematis kita juga mempelajari klasifikasi jenis serta sumber data sampai proses pengolahan data hingga menjadi arsip yang selalu kita pergunakan.
Oleh karena itu dilakukan observasi pada PT.KOPESERA ENGINERING selain untuk memenuhi tugas semester tiga mata kuliah proyek, juga untuk menambah wawasan mengenai system menajemen pengelolaan data dan informasi perusahaan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan data yang meliputi kualitas baik SDM, fasilitas, maupun produk yang dihasilkan perusahaan sehingga setiap tahun selalu ada peningkatan dari setiap faktor- faktor produksi tersebut serta untuk mengetahui mutu atau kualitas, apakah system manajemen data yang dilakukan oleh perusahaan telah dilakukan dengan baik. Sehingga mampu menghasilkan informasi yang tepat dan akurat.
Alasan memilih PT.KOPESERA ENGINERING sebagai tempat observasi adalah karena PT.KOPESERA ENGINERING telah memenuhi ketentuan atau syarat untuk perusahaan yang dapat di observasi.

1.2       Rumusan Masalah
Pada observasi ini dapat dirumuskan :
1.   Bagaimana jenis data dan informasi yang ada di perusahaan?
2.   Bagaimana mengklasifikasikan dan mendokumentasikan jenis-jenis data?
3.   Bagaimana mengolah data yang berbasis komputer menjadi informasi?

1.3       Batasan Masalah
Batasan masalah yang digunakan yaitu bagaimana cara pegelolaan data dan informasi pemasaran pada perusahaan.

1.4       Tujuan Mata Kuliah Lapangan
1)      Memberi pengetahuan tentang jenis data dan informasi
2)      Memberi pengetahuan tentang sumber-sumber informasi yang dibutuhkan untuk pengolahan data.
3)      Dapat mengklasifikasikan dan mendokumentasikan jenis-jenis data.
4)      Memberi keterampilan tentang pengolahan data yang berbasis komputer menjadi informasi
5)      Memberi keterampilan untuk melaksanakan observsi untuk meyajikan informasi tentang perusahaan secara lengkap.

1.5       Kegunaan  Mata Kuliah Lapangan
1.5.1 Bagi Jurusan Administrasi Niaga
1.      Sebagai lembaga yang dapat  menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan professional.
2.      Menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bersangkutan
3.      Jurusan Administrasi Niaga secara berkelanjutan mengembangkan cara-cara agar lulusan memiliki kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan industri.
1.5.2 Bagi Mahasiswa
1.      Memberi ketrampilan untuk melaksanakan observasi tentang   pegelolaan data dan untuk menyajikan informasi yang berguna untuk kemajuan teori   
2.      Memiliki kemampuan untuk  menyajikan informasi yang baik.
3.      Menambah wawasan mahasiswa dalam memahami suatu bidang keilmuan secara lebih mendalam yang sesuai dengan keadaan dunia industri

1.5.3 Bagi Perusahaan
1.      Perusahaan dapat memenuhi harapan pemerintah dimana dunia pendidikan harus dapat sejalan seiring dengan dunia industri dalam mengembangkan SDM yang berkualitas dan professional
2.      Perusahaan dapat melaksanakan fungsi sosial untuk membantu masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan SDM yang professional
3.      Perusahaan dapat memberikan masukan kompetensi lulusan institusi pendidikan yang memang diperlukan di lapangan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Pengertian Data
Istilah data dan informasi sering digunakan secara bergantian. Ada yang menyebut data, padahal informasi, sebaliknya ada yang menyebut informasi, padahal data. Gordon B. Davis menjelaskan kaitannya data dengan informasi dalam bentuk definisi sebagi berikut “ Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti baru bagi si penerima dan mempunyai bentuk yang nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang”.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu  didalam dunia bisnis adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi.
Dari definisi dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi.
   2.1.1 Klasifikasi Data
Data dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis, sifat dan sumbernya. Mengenai penjelasan klasifikasi data tersebut akan diuraikan dibawah ini.
A.       Klasifikasi data menurut jenis data
1.      Data Hitung (enumeration/counting data)
   Data hitung adalah hasil penghitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah tertentu.
2.      Data Ukur (measurement data)
      Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang dosen kepada seorang mahasiswa setelah memeriksa hasil tentamennya merupakan data ukur. Alat yang ditunjukkan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.

B.     Klasifikasi data menurut sifat data.
1.      Data kuantitatif (quantitative data)
Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungan dengan penjumlahan.
2.      Data kualitatif (qualitative data)
Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.
C.     Klasifikasi data menurut sumber data
1.      Data Internal (internal data)
      Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil dari observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
2.      Data Eksternal (axternal data)
      Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain. Data eksternal ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu:
a.       Data eksternal primer (primary external data)
Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
a).  Observasi (Pengamatan)
Dalam observasi, peneliti tidak berhubungan langsung dengan respondennya.  Ia hanya melihat sikap/tingkah laku responden dan kemudian mencatatnya.  Observasi tersebut tidak selalu dilakukan oleh individu, tetapi dapat pula menggunakan mesin atau peralatan lain seperti audimeter.
b).  Survey
Dalam menjalankan survey, peneliti memerlukan suatu daftar pertanyaan sebagai pedoman.  Hal ini dimaksudkan agar peneliti tidak menyimpang dari pokok penelitiannya.  Ada pula peneliti yang menggunakan daftar pertanyaan sederhana.
b.      Data Eksternal sekunder (secondary external data)
Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seorang/sejumlah orang lain.

2.1.2    Nilai Data
Dr. Marseto Donosepoetro dalam bukunya yang berjudul “Data Sebagai Penghubung Manusia dan Lingkungan Hidupnya” menyatakan bahwa suatu data yang bernilai harus memenuhi 3 (tiga) ketentuan :
A.                Ketelitian Data (Precision)
Ketelitian suatu data ditentukan oleh kecilnya perbedaan, apabila observasi yang menghasilkan data itu diulangi. Ketelitian suatu data ditentukan juga oleh kesamaan data yang dihasilkan oleh beberapa sumber yang melakukan suatu observasi yang sama.
B.        Komparabilitas Data (Comparability)
Suatu alat imbang yang secara berulang-ulang menunjukkan hasil yang sama belum tentu memberikan data yang “benar”. Alat tersebut mungkin belum distandarisasikan. Suatu pengukuran pada hakekatnya dilakukan dengan cara membandingkan sesuatu terhadap suatu standart.
C.        Validitas Data (Validy)
Suatu data dapat saja mempunyai kualitas yang baik tetapi belum tentu valid atau berguna, jika tidak menunjang tercapainya tujuan si pemakai.

2.1.3    Presentasi Data
            Kadang-kadang masih dianggap belum cukup dengan hanya mengumpulkan, menganalisis dan meninterpretasikan data.  Tetapi perlu juga dilakukan presentasi data dalam suatu bentuk yang dapat mempermudah seseorang mengerti dan menggunakannya.  Data statistik tersebut dapat ditunjukkan dalam tiga macam bentuk yang berbeda, yaitu berupa:
1.      Naskah laporan
2.      Tabel
3.      Gambar
            Naskah laporan dapat digunakan untuk menunjukkan sejumlah data yang tidak tidak banyak.  Jika datanya cukup banyak, cara ini akan membosankan bagi pembaca, dan dapat menyulitkan pengidentifikasiannya.
            Tabel dapat digunakan untuk mengatur data agar mudah dibaca.  Namun dengan tabel saja kadang-kadang masih kurang enak dibaca, lebih-lebih untuk tabel yang sangat komplek.  Jika tabelnya sangat komplek, mungkin pembaca tidak dapat menemukan hubungan di antara variabel-variabel di dalamnnya.  Untuk itu perlu juga disertakan sejumlah keterangan.
            Gambar, atau bagan atau diagram dapat digunakan untuk memikat perhatian pembaca dan memperlihatkan hubungan-hubungan yang ada.  Dengan gambar tersebut memungkinkan bagi kita untuk mengamati data secara keseluruhan.  Banyak lembaga-lembaga yang sudah menggunakan grafik untuk membantu mereka dalam operasinya.  Ada empat macam gambar yang dapat dipakai untuk peresentasi data, yaitu: (1) gambar batang, (2) pie diagaram, (3) diagram garis dan (4) pictograph.
1.        Diagram Batang (Bar chart)
Diagram batang ini biasanya dipakai untuk membandingkan dua kelompok data atau lebih.
2.        Pie Diagram
Pie diagram digunakan untuk menguraikan atau menunjukkan beberapa macam data menurut perbandingan tertentu dari keseluruhan.  Pie diagram diwujudkan dalam bentuk lingkaran dan pembagian masing-masing kelompok datanya terpusat pada sumbu lingkaran.
3.        Diagram Garis
Diagram garis merupakan suatu bagan yang sederhana dan dapat dipakai secara efektif untuk membandingkan perubahan kondisi dalam beberapa waktu/periode.  Seperti halnya dengan diagram batang, diagram garis juga memakai skala untuk pembandingan yang dimulai pada angka nol.
4.        Pictograph
Pictograph ini hampir sama dengan diagram batang, hanya presentasinya diwujudkan dalam bentuk gambar.

2.2              Pengertian Informasi
            Menurut Mc Fadden, dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
Dari kutipan di atas dapat diartikan, bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.
Pengolahan informasi adalah suatu elemen kunci dalam sistem konseptual. Pengolahan informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, atau kombinasinya.
2.3              Pengolahan Data
            Pengolahan data adalah suatu kegiatan dengan bantuan tenaga tangan atau bantuan suatu peralatan dan mengikuti rangkaian langkah, rumus atau pola tertentu untuk mengubah data sehingga menjadi lebih berguna bentuk, susunan, sifat atau isinya.
            Dalam buku “Office Management and Control” George R Terry mengemukakan pengolahan data sebagai serangkaian pengerjaan yang terencana terhadap informasi supaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.4              Pengorganisasian Unit Pengolahan Data
            Perencanaan, pengoperasian dan pengendalian unit pengolahan data memerlukan keterampilan bukan saja yang bersifat teknis akan tetapi juga keterampilan untuk memimpin. Daris segi teknis kiranya perlu disadari bahwa supaya unit pengolahan data bekerja dengan efisen, diperlukan keahlian khusus yang bersifat teknis. Sukses tidaknya unit pengolahan  data tersebut melaksanakan tugasnya sangat ditentukan oleh orang-orang yang mempunyai daya cipta tinggi. Bagi suatu organisasi baik atau buruknya mutu informasi yang dihasilkan oleh unit pengolahan data sangat menentukan berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuannya.
            Sifat tujuan dari unit pengolahan data sangat menentukan pula bentuk dan struktur organisasi dari unit pengolah data yang diperlukan. Kedudukan unit pengolah data didalam organisasi pada hakekatnya harus :
1.      Sedekat mungkin dengan top management
2.      Berada pada tingkat yang sama dengan unit-unit besar dan penting lainnya didalam organisasi
Data perlu diolah lebih lanjut oleh para ahli informasi dan hasil pengolahan itulah yang disebut infomasi. Artinya data adalah “input” sedangkan informasi adalah “output”. Dengan pengolahan yang matang data berubah sifat dan bentuknya menjadi informasi serta informasi itulah yang disalurkan kepada pimpinan untuk mengambil keputusan.

2.5              Proses Penanganan Informasi
Agar informasi yang dihasilkan bermanfaat bagi management dalam mengambil keputusan, penanganan yang teliti dan matang harus dilakukan.
Penanganan yang teliti dan matang berarti:
1.      Tidak melupakan bahwa sistem informasi yang dikembangkan untuk mempermudah tercapainya tujuan
2.      Informasi yang dikembangkan untuk mempertinggi kemampuan perusahaan mengemban misinya
3.      Informasi akan digunakan untuk mengambil keputusan
4.      Menentukan kebutuhan akan informasi
5.      Mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dan harus diolah
6.      Penanganan informasi yang terdiri dari langkah-langkah:
a.       Pengumpulan data
b.      Klasifikasi data menurut sumber, fungsi dan sifatnya
c.       Pengolahan data
d.      Analisa data
e.       Interprestasi data
Penyimpanan informasi hingga waktunya tiba untuk pengambilan informasi dari tempat penyimpanannya untuk kemudian disampaikan sebagai input kepada pimpinan organisasi untuk digunakan dlam pengambilan keputusan.

2.6        Bentuk Data dan Informasi
            Dengan perkembangan teknologi, terutama komputer dan multimedia, data dan informasi tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi lebih bervariasi, yaitu berbentuk gambar, suara, warna, sinar, getaran, dan sebagainya.
            Informasi akan berguna apabila kualitasnya baik.Baik buruknya kualitas informasi dipengaruhi oleh tiga penentu yaitu :
  1. Isi informasi
  2. Waktu penyajian
  3. Bentuk informasi
            Isi Informasi adalah berbagai hal yang dilaporkan. Isi laporan yang baik haruslah memenuhi persyaratan berikut :
  1. Akurasi atau ketepatan ( accurary )
  2. Relevansi ( relevance)
  3. Kelengkapan ( completeness )
  4. Ringkas ( conciseness )
  5. Lingkup atau cakupan ( scope )
  6. Kinerja informasi ( performance )

2.7        Fungsi Informasi / data
1.      Menggambarkan
Informasi yang deskriptif membantu pimpinan untuk menentukan apakah sesuatu itu akan salah atau apakah kondisi lingkungan itu akan mengalami perubahan.
2.   Menjelaskan atau menerangkan
Informasi yang menjelaskan akan sangat berhubungan dengan  kemampuan seseorang untuk menyusun atau merancang midel. Dengan midel yang ada maka akan dapat memperjelas apa yang dimaksud serta bagaimana hubungan-hubungan yang ada.
3.   Memperkirakan
   Informasi prediktif sangat membantu pimpinan untuk memprediksi dan mengestimasi keadaan pada masa yang akan datang dihubungkan dengan keadaan pada masa lampau.
4.   Mengevaluasi
   Informasi yang evaluatif membantu pimpinan untuk mengadakan evaluasi periodik mengenai kerja dan aktivitas penting lainnya baik yang nampak sekarang maupun yang akan terjadi pada masa akan datang.
5.   Mengadakan pembaharuan
   Informasi yang inovatif adalah hal-hal yang berupa ide-ide, rancangan-rancangan dan hipotesa-hipotesa yang dirasakan akan dapat membantu memperacepat usaha pengembangan dan pembangunan.

Pengolahan data adalah suatu kegiatan dengan bantuan tenaga tangan atau bantuan suatu peralatan dan mengikuti rangkaian langkah, rumus atau pola tertentu untuk mengubah data sehingga menjadi lebih berguna bentuk, susunan, sifat atau isinya.
Dalam buku “Office Management and Control” George R Terry mengemukakan pengolahan data sebagai serangkaian pengerjaan yang terencana terhadap informasi supaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengolahan data terbagi dalam delapan macam pengerjaan pokok yaitu:
1.      Reading
Yaitu menafsirkan data dengan jalan memeriksa huruf-huruf, kata-kata dan tanda-tanda
2.      Writing, typing, card punching, or paper tape perforating (penulisan,   pengetikan atau pelubangan kartu/pita kertas)
Yaitu menempatkan data pada media perantara yang sering disebut input
3.      Recording or printing (perekaman/percetakan)
Yaitu mengolah data untuk menjadi bentuk yang lebih berguna dan sering disebut output
4.      Sorting (pemilihan)
Yaitu menggolongkan data
5.      Transmitting (pengiriman)
Yaitu penyebaran data
6.      Calculating (penghitungan)
Yaitu mengerjakan data secara matematis
7.      Comparing (perbandingan)
Yaitu memeriksa data untuk ketepatan dan kelengkapan
8.      Storing (penyimpanan)
Yaitu menahan atau memelihara data


BAB III
METODOLOGI PROYEK


                        3.1       Lokasi Proyek
Observasi ini dilakukan di Perusahaan Asuransi JASINDO Jl.Letjend Sutoyo No.89 Malang  sebagai obyek observasi dalam memenuhi tugas mata kuliah proyek yang berjudul “Pengelolaan Data dan Informasi”

                        3.2       Teknik Pengumpulan Data
a)      Penggunaan Metode Observasi
Pencarian data yang dilakukan ialah dengan menggunakan  metode observasi, sebagai dari pengumpulan data. Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format/blangko pengamatan sebagai pengamatan. Dalam hal ini kami tidak hanya sekedar mencatat dan observasi saja, tetapi yang lebih penting kami juga akan mengambil contoh-contoh dari data-data bisnis yang lazim digunakan oleh perusahaan yang sedang kami observasi. Misalnya, data penjualan, data personalia, data  keuangan perusahaan dan data-data lain yang mendukung kinerja dari perusahaan.

b)      Penggunaan Metode Interview
            Dalam megumpulkan data serta teknik penyusunan informasi yang sesuai serta lengkap, maka peneliti melakukan interview dengan bagian personalia pada perusahaan asuransi Jasindo.

c)      Penggunaan Metode Dokumentasi
Penggunaan metode dokumentasi ini merupakan langkah akhir dalam pengumpulan data dimana peneliti memegang check-list untuk mencari variabel yang sudah ditentukan. Dalam hal ini data-data tersebut yaitu dalam hal ini berupa format-format atau contoh dari data pemasaran, dan data-data lain dari sumber observasi.

            3.3 Teknik Pengolahan Data
            Peneliti menggunakan metode komparatif, yaitu membandingkan data yang didapat dengan teori yang di peroleh di bangku kuliah. Metode pembahasan yang diperkenalkan dalam penyusunan laporan adalah analisa kualitatif.

3.4  Teknik Penyajian Data
Hasil dari kegiatan observasi ini nantinya akan disajikan dalam bentuk sebagai berikut:
a.   Lisan
Penyajian informasi bentuk lisan dapat secara langsung seperti presentasi.
b.      Laporan
Adapun hasil dari pengumpulan data serta informasi disediakan dalam bentuk table, grafik maupun analisa tertulis, yang berasal dari obervasi pada perusahaan asuransi Jasindo.
c.       Gambar maupun gabungan
Merupakan penyajian informasi dalam bentuk gambar maupun gabungan, seperti grafik ataupun tabel.






















BAB IV
HASIL OBSERVASI DAN ANALISIS DATA

4.1 Profile PT Asuransi Jasindo
4.1.1 Sejarah
PT. Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang usaha asuransi kerugian umum. Asuransi Jasindo berdiri pada 2 Juni 1973 sebagai hasil penggabungan antara PT Asuransi Bendasraya dengan PT Umum Internasional Underwriters serta tampil sebagai maskapai asuransi kerugian umum terbesar nasional dengan total aset per akhir tahun 2004 sebesar Rp. 1,363 milyar.
Saat ini Asuransi Jasindo memiliki jaringan pelayanan yang terdiri dari 74 Kantor Cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia dan 1 kantor cabang di luar negeri serta berkantor pusat di Jl. Let. Jend. MT Haryono kav. 61 Jakarta.
Keberadaan Asuransi Jasindo semakin solid dari tahun ke tahun sebagaimana tercermin dari kinerja perusahaan yang terus mengalami peningkatan serta pengakuan mutu melalui sertifikasi 9002 sejak tahun 1998. Asuransi Jasindo juga mendapatkan dukungan reasuradur terkemuka di dunia seperti Swiss-ree dan Partner-re sehingga memperkokoh posisi Asuransi Jasindo sebagai perusahaan asuransi yang sustainable dan bertaraf internasional.

4.2 Visi dan Misi
VISI
Menjadi perusahaan asuransi yang tangguh dalam persaingan global dan menjadi market leader di pasar domestik.
MISI
Menyelenggarakan usaha asuransi kerugian dengan reputasi International melalui peningkatan pangsa pasar, pelayanan prima dan tetap menjaga tingkat mampu labaan serta memenuhi harapan stakeholder.

4.3 Produk Asuransi Jasindo
Di perusahaan asuransi Jasindo terdapat dua jenis produk yang sangat kompetitif yakni PRODUK KORPORASI dan PRODUK UNGGULAN” ke-dua produk tersebut memiliki sub bagian pelayanan masing-masing yang teroganisir secara terperinci. Baik dari sisi pelayanan, pengolahan data serta penyajian informasi kepada pihak intern maupun ekstern. Adapun penjelasan dari ke-dua produk tersebut adalah sbb:

4.3.1 Produk Korporasi
Meningkatnya laju pembangunan di Indonesia pada berbagai sektor kehidupan, mengundang pula semakin meningkatnya risiko yang dihadapi. Risiko ini dapat timbul dalam berbagai bentuk, seperti kerusakan alat - alat, terganggunya transportasi, rusaknya proyek hasil pembangunan dan lain-lain.
Hal-hal tersebut bila tak dipertimbangkan upaya perlindungan dari berbagai risiko dapat menimbulkan kerugian finansial yang tidak sedikit. Di samping itu, segala perkerjaan yang telah diselesaikan pun perlu dihindarkan dari kemungkinan risiko-risiko kerusakan.
Menghadapi risiko-risiko tersebut, PT. Asuransi Jasa Indonesia yang disebut Jasindo sebagai perusahaan asuransi milik negara menawarkan jasa perlidungan dalam bentuk - bentuk asuransi : Asuransi Kebakaran, Asuransi Gangguan Usaha Akibat Kebakaran, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Marine Cargo, Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Pesawat Terbang, Asuransi Konstruksi, Asuransi Alat - Alat Berat, Asuransi Pemasangan Mesin, Asuransi Peralatan Elektronik, Asuransi Gangguan Usaha Akibat Kerusakan Mesin, Asuransi Pembusukan Stock, Asuransi Uang Dalam Pengangkutan, Asuransi Uang Dalam Lemari Besi, Asuransi Uang Di Ruang Kasir, Asuransi Mesin, Asuransi Kebongkaran, Asuransi Pesawat/Antena Televisi, Asuransi Tanggung Gugat, Asuransi Jaminan Kejujuran, Asuransi Atas Barang Milik Pribadi, Boiler Pressure Insure, Freight Forwarder's Liability Insurance, Asuransi Wisatawan, Asuransi Kaca, Asuransi Golf, Asuransi Deposan, Asuransi Mubaligh, Asuransi Keluarga, Asuransi Haji.


4.3.2 Produk Unggulan
Risiko terjadinya musibah tidak pernah terduga . Jika datang, ia tak terhindarkan, baik pada masyarakat korporasi maupun masyarakat perseorangan. Untuk iulah Asuransi Jasindo selain memberikan pelayanan jasa terhadapa objek asuransi yang kompleks dan berskala besar juga mengembangkan hal yang sama terhadap objek asuransi perseorangan bagi masyarakat umum. Untuk tujuan tersebut Asuransi Jasindo mengembangkan beberapa jenis asuransi yang bahkan diposisikan sebagai produk unggulan, antara lain:
1.            Asuransi JASINDO OTO
2.            Asuransi JASINDO GRAHA
3.            Asuransi KELUARGA
4.            Asuransi KARISMA
5.            Asuransi LINTASAN
6.            Asuransi AVIATION
7.            Asuransi PELANGI
8.            Asuransi ANAK SEKOLAH
9.            Asuransi TAKAFUL
10.        Inbound Travel Insurance
11.        Asuransi Haji & Umroh
Pengembangan produk unggulan tersebut dilakukan sebagai kepedulian Asuransi Jasindo terhadap peningkatan pemahaman masyarakat kepada manfaat asuransi dan setidaknya meningkatkan pula skala prioritas kebutuhan akan perlindungan asuransi di antara kebutuhan-kebutuhan lainnya.

4.4 Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR PUSAT
PT. ASURANSI JASA INDONESIA

berdasarkan Addendum XII SK. No. 014.DMA/99
Tanggal 30 Oktober 1999
Tentang Perubahan Struktur Organisasi Kantor Pusat




4.5 Strategi Pemasaran
JASINDO KINI DAN KEDEPAN, di dalam memenuhi visinya, Asuransi Jasindo mulai mengembangkan usahanya di pasar regional, melalui peningkatan pendapatan dari Kantor Cabangnya di Labuan, Malaysia. Kantor Cabang ini bekerja sama dengan broker-broker asuransi / reasuransi di negara-negara tetangga untuk menutup obyek-obyek yang berada di negara tsb. Menyadari posisinya yang sangat strategis, dengan terbukanya pasar asuransi minyak dan gas bumi sehubungan pelaksanaan UU No. 22 Minyak dan Gas Bumi tahun 2001, Asuransi Jasindo menyiapkan dengan matang kemampuan teknis dan finansialnya untuk menjadi pemain utama dan unggulan dalam sektor ini.Pasar  Reasuransi minyak dan gas bumi yang selama ini hanya mengenal pasar yang monopolistik, dengan upaya yang piawai telah mulai menunjukkan dukungan kongkritnya kepada keberadaan Asuransi Jasindo.
Posisi Leading di segment BUMN dan Korporasi yang menjadikan Jasindo tumbuh berkembang sampai dengan saat ini, dicoba dikembangkan lagi dengan menerapkan filosofi kerja sama kemitraan yang saling menguntungkan, baik secara langsung maupun melalui broker-broker profesional dan mitra perbankan. Layanan klaim yang proaktif dan komunikatif dari seluruh Kantor Cabangnya, menjadikan Asuransi Jasindo sebagai perusahaan asuransi yang terpercaya, yang semakin diminati oleh pengguna jasa-jasanya.
Bermodalkan nama dan reputasi sebagai perusahaan pemberi proteksi asuransi yang terpercaya, serta posisi leading di seluruh Indonesia yang diraihnya dengan upaya cerdik dan keras, Asuransi Jasindo merasa melihat peluang bisnis asuransi retail sebagai tantangan yang menarik.
Membentuk bidang khusus, serta penyiapan sumber daya manusia, sistem kerja dan infra struktur maupun kultur yang cocok dengan sektor retail, mulai dikejarnya secara serius: Target menjadi lima besar peraih premi bisnis retail adalah menjadi visi pengelolaan retail selama 5 (lima) tahun kedepan.
Asuransi kumpulan, kendaraan bermotor, penerbangan, banc asurrance, merupakan produk-produk yang dengan cermat digarap. Network penjual yang setia yang menyebar dan terus membesar jumlahnya karena faktor dukungan  layanan purna jual yang sistematis serta cepatnya penyelesaian klaim. Didasari filosofi kerja sama ingin maju bersama agen, diharapkan Jasindo mampu mengembangkan bisnis ritail.
Dengan dukungan komunikasi publik atas bisnis retail yang digarap secara cantik bersama para ahli dibidangnya, pada akhirnya Asuransi Jasindo akan terus tumbuh, berkembang, sustainable, hingga saat ini dan saat-saat mendatang

4.6 Hasil Observasi Berdasarkan Interview Guide
1.      Apakah data itu sangat penting di perusahaan bapak ?
Ya sangat penting karena semua membutuhkan data, dan di olah secara komputerisasi dan di bagi sesuai dengan kebutuhanya
2.      Berupa data apa sajakah yang digunakan di perusahaan bapak ?
Banyak ya…seperti data nasabah, harga, serta mengidentifikasi benda yang dimiliki nasabah sehingg dapat di jalin kerja sama, data yang kita butuhkan kurang lebih sama dengan perusahaan lain yang sejenis, di karenakan kami juga melakukan proses pemasaran
3.      Termasuk jenis asuransi apakah jasindo itu pak ?
Perusahaan asuransi jasindo termasuk jenis asuransi umum. Jadi ada untuk jiwa, property,serta jamsostek. Mungkin kalau asuransi pemerintah itu seperti asuransi jiwa sraya yang 100% milik pemerintah, yang objeknya harta benda , baik yang bergerak maupun tidak. Serta terdapat aturan-aturan yang mengaturnya.
4.      Perusahaan jasindo itu memiliki segmen pasar apa ?
Ya dari prinsip asuransi, siapapun yang memiliki kepentingan yaitu masyarakat maupun lembaga yang ingin mengasuransikan propertinya. Dan kita  menjalin kerjasama dengan pihak bank, namun secara umum tidak “ Asuransi minded “ atau tidak terlalu memkirkan untuk mengasuransikan propertinya.
5.      Bagaimanakah pemasaran di Jasindo ?
Ya tentunya dengan cara untuk mendapatkan konsumen, baik secara langsung maupun tidak, dapat lewat door to door, iklan, atau melalui kerjasama.
6.      Kebanyakan nasabah asuransi jasindo dari mana ?
Kebanyakan konsumen kami dari nasabah bank yang bekerja sama dengan dengan perusahaan jasindo, dan secara langsung masyarakat umum tidak terlalu banyak.
7.      Bagaimanakah penyusunan konsumen di asuransi jasindo ?
Ya kita klasifikasikan sesuai kelompok property yang di asuransikan baik itu perseorangan maupun korporasi dan masing-masing korporasi maupun perseorangan ada produknya. Dan kita juga juga bekerjasama dengan bank maupun pihak-pihak BUMN, namun banyak terjadi persaingan dari asuransi lain berupa persaingan harga
8.      Apakah BUMN manakala ada fluktuasi mempengaruhi asuransi jasindo ?
ya jelas berpengaruh, karena kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi tingkat penetapan harga produk yang di tawarkan , sehingga dapat pula terjadi perubahan jumlah konsumen.
Contohnya pada saat pemerintah menerapkan tarif biaya asuransi yang tinggi untuk asuransi kendaraan bermotor di karenakan adanya resiko-resiko yang besar terhadap property yang di asuransikan.

4.7 Data Jumlah Nasabah

TABEL  JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

JENIS PRODUK
PERIODE
TOTAL
2005
2006
2007
PENGANGKUTAN




a.       Darat (102)
19
18
15
52
b.      Antar pulau (105)
3
22
15
40
c.       Import (106)
4
31
14
49
d.      Export (107)
35
33
39
107
TOTAL
248





KEBAKARAN




a.       Kebakaran Korporasi (201)
124
125
157
406
b.      Gempa Bumi (203)
21
12
11
44
c.       Industrial All Risk (204)
7
6
6
19
d.      Kebakaran Konsorsium (205)
13
13
14
40
e.       Kebakaran Ritel (221)
1006
137
395
1538
f.       Karisma (224)
59
48
36
143
g.      Jasindo Graha (225)
70
132
40
242
h.      Property All Risk (297)
17
14
19
50
TOTAL
2.482





AVIATION
0
0
0
0
TOTAL
0





ENGINEERING




a.       CPM Non Proyek (412)
12
6
3
21
TOTAL
21





RANGKA KAPAL
0
0
0
0
TOTAL
0





KENDARAAN BERMOTOR




a.       Kendaraaan Bermotor (601)
152
105
13
270
b.      Kendaraan Pro-Aktif (604)
160
125
8
293
c.       Kendaraan Sepeda Motor (605)
2.821
2.940
3.102
8.863
TOTAL
9.426
VARIA




a.       Cash In Transit (701)
10
10
10
30
b.      Cash In Save (702)
12
13
11
36
c.       Kecelakaan Diri (705)
14
35
17
66
d.      Bulglary (712)
4
3
5
12
e.       Perjalanan Dinas (728)
58
124
147
329
f.       Asuransi Golf-Hole In One (731)
20
17
16
53
g.      Pengunjung Wisata (732)
4
9
8
21
h.      PA. Deposan (737)
1
1
1
3
i.        PA. PHK & PA ND (780)
2
177
93
272
TOTAL
822





SURETY BOND




a.       Bid Bond/Jaminan Penawaran (841)
750
1.034
1.181
2.965
b.      Performance Bond/ Jaminan Pelaksanaan (842)
217
293
415
925
c.       Advance Payment Bond/ Jaminan Uang Muka (843)
22
67
157
246
d.      Maintenance Bond/Jaminan Pemeliharaan (844)
105
82
202
365
TOTAL
4.525





OIL & GAS
0
0
0
0
TOTAL
0





TABEL  PROSENTASE JUMLAH NASABAH SELAMA TIGA PERIODE BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

NO
JENIS PRODUK
TOTAL NASABAH
PRESENTASE JUMLAH NASABAH
1
PENGANGKUTAN
248
1%
2
KEBAKARAN
2482
14%
3
AVIATION
0
0%
4
ENGINEERING
21
0,12%
5
RANGKA KAPAL
0
0%
6
KENDARAAN BERMOTOR
9426
53,8%
7
VARIA
822
5%
8
SURETY BOND
4525
26%
9
OIL & GAS
0
0%
TOTAL SELURUH NASABAH SELAMA 3 PERIODE
17.524
100%


TABEL  PERTUMBUHAN JUMLAH NASABAH SELAMA TIGA PERIODE BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

NO
JENIS PRODUK
TAHUN
2005
2006
2007
1
Pengangkutan
61
104
83
2
Kebakaran
1317
487
678
3
Aviation
0
0
0
4
Engeenering
12
6
3
5
RangkaKapal
0
0
0
6
Kendaraan Bermotor
3133
3170
3123
7
Varia
125
389
308
8
Surety Bond
1094
1476
1955
9
Oil & Gas
0
0
0
TOTAL
5.742
5.632
6.150








BAB V
PENGOLAHAN DATA MENJADI INFORMASI MENGENAI JUMLAH NASABAH DI PERUSAHAAN ASURANSI
PT JASINDO

Setelah penyusun melakukan pengklasifikasian data jumlah nasabah berdasarkan jenis produk, tahun serta prosentase sekaligus membentuk grafik maka akhirnya penyusun dapat menyusun beberapa informasi mengenai jumlah nasabah di PT JASINDO. Adapun informasi yang dapat diberikan dari hasil analisis data adalah sbb:
1)      PT JASINDO memiliki produk-produk asuransi yang selama kurun waktu  3 dekade mengalami kemajuan jumlah nasabah yang cukup pesat. Adapun produk-produk tersebut  diantaranya: Pengangkutan, Kebakaran, Aviation, Engineering, Rangka Kapal, Kendaraan Bermotor, Varia, Surety Bond, Oil & Gas.  Sedangkan dari produk-produk tersebut yang memiliki konsumen terbanyakterdapat  pada sektor kendaraan bermotor   yakni sejumlah 9.426 (53.8%)  nasabah, terdapat beberapa penyebab tingginya nasabah berasuransi pada sector kendaraan bermotor yakni  hal ini dikarenakan jumlah tingkat kepemilikan kendaraan bermotor khususnya “kendaraan roda dua” di Indonesia sangatlah tinggi, serta diikuti dengan tingginya resiko kecelakaan di Indonesia.  Dari tinginya jumlah nasabah tersebut maka dapat diestimasikan mempengaruhi jumlah pembayaran premi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan premi ditiap tahunnya sebesar 10%  hingga 40%. Setelah kendaraan bermotor menempati rate teratas selanjutnya produk JASINDO yang kerap kali  diminati nasabah adalah surety bond (jaminan perikatan) yakni sebesar 4.501 (26%) nasabah. Jaminan perikatan merupakan asuransi mengenai jaminan harta benda, sedangkan jenis surety bond yang memiliki nasabah terbanyak adalah “bid bond”,  yakni sebesar 2.965 nasabah. Adapun produk JASINDO yang memiliki nasabah sejumlah 2482 (14%) adalah asuransi kebakaran, khususnya asuransi  pada “kebakaran ritel”  atau sebanyak 1.538 nasabah. Kemudian produk asuransi pada sektor varia memiliki jumlah nasabah sebesar 822 (5%) nasabah dari total keseluruhan nasabah Jasindo. Produk yang menempati urutan ke-lima adalah sektor pengangkutan yakni sebesar 248 (1%) nasabah. Pada perusahaan JASINDO para nasabah lebih senang berasuransi pada sektor “ekspor”, hal ini disebabkan JASINDO merupakan perusahaan milik BUMN sehingga tingkat premi yang diberikan JASINDO terhadap nasabah yang ingin melakukan kegiatan ekspor lebih rendah dibanding perusahaan asuransi lainnya.  Sedangkan produk yang memiliki nasabah sejumlah 21 (0.12%) adalah sector engeenering  yakni pada sector “CPM Non Proyek” yakni sektor yang menangani masalah jaminan perbaikan mesin industry. Adapun  produk yang tidak memiliki nasabah adalah pada Aviation (penerbangan), Rangka Kapal serta Oil & Gas. Sehingga, total nasabah dari keseluruhan produk asuransi di JASINDO adalah 17.500 orang. Untuk lebih mudah memahami jumlah nasabah di Jasindo dapat dilihat pada grafik 1.1. 
GRAFIK JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO


 








Grafik 1.1



2)      Dari data yang telah diperoleh penyusun juga mampu menginformasikan bahwa meskipun asuransi pada kendaraan bermotor memiliki intensitas nasabah yang tertinggi namun disisi lain asuransi pada Surety Bond justru menghasilkan kenaikan nasabah yang signifikan selama 3 periode yakni sebesar 33.80% sedangkan jasa asuransi pada perlindungan “kendaraan bermotor” hanya sebesar 33.13% hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan nasabah yang paling stabil adalah pada sektor “Surety Bond”. Untuk lebih mudah memahami tingkat pertumbuhan nasabah pada tiap produk jasa, anda dapat melihat pada grafik 1.2.

GRAFIK JUMLAH NASABAH SELAMA TAHUN 2005-2007 BERDASARKAN JENIS PRODUK JASA
DI PERUSAHAAN ASURANSI PT JASINDO

                 Serta dapat diketahui pula bahwa selama tiga dekade jumlah nasabah yang terbanyak dialami pada tahun 2007 yakni sebanyak 6.150 nasabah atau mengalami kenaikan sebesar 35,01%   hingga 32,13%  meskipun sebelumnya PT Jasindo mengalami depresiasi nasabah pada tahun 2006.  Namun hal ini tidak menyurutkan semangat PT Jasindo untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah, yang pada akhirnya dibuktikan pada  tahun 2007 PT. Jasindo mengalami kenaikan jumlah nasabah.

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
PT. Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang usaha asuransi kerugian umum. Asuransi Jasindo merupakan hasil merger antara PT Asuransi Bendasraya dengan PT Umum Internasional Underwriters serta tampil sebagai maskapai asuransi kerugian umum terbesar nasional dengan total aset per akhir tahun 2004 sebesar Rp. 1,363 milyar.
Saat ini Asuransi Jasindo memiliki jaringan pelayanan yang terdiri dari 1 kantor cabang di luar negeri serta kantor pusat di Jl. Let. Jend. MT Haryono kav. 61 Jakarta dan 74 Kantor Cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia salah satunya adalah kator cabang yang berada di Jl.Let. Jend. Sutoyo No.89 Malang.
Meskipun PT Jasindo merupakan jasa asuransi yang dikelola oleh BUMN, namun produk jasa asuransi yang diproduksi mampu bersaing dengan perusahaan asuransi swasta lainnya, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kepemilikan jumlah nasabah pada tiap periode di kantor cabang PT Jasindo Malang. Yakni total nasabah PT Jasindo pada tahun 2005-2007 adalah sebesar 17.524 orang atau mengalami peningkatan sebesar 32,13%.    

6.2 Saran
Meskipun pada tiga tahun terakhir PT Jasindo mampu meningkatkan jumlah nasabah. Namun untuk mempertahankan nasabah yang telah ada serta mendapatkan nasabah baru,  sebaiknya PT Jasindo lebih meningkatkan kualitas pelayanan serta kualitas pemasaran. Karena ke dua hal ini merupakan factor terpenting dalam meraup nasabah serta mampu memposisikan PT Jasindo sebagai brand image perusahaan negara yang berkualitas serta mampu bersaing dengan perusahaan asuransi swasta. Sesuai dengan motto PT Jasindo “ WE TAKE CARE OF YOUR RISK WITH THE BEST POSSIBLE SOLUTIONS”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar